ATURAN PENULISAN ANGKA PENTING

1 min read

Definisi Angka Penting

Angka Penting

Definisi/pengertian angka penting (significant figures) adalah angka hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti (eksak) dan angka taksiran.

  • Angka pasti diperoleh dari penghitungan skala alat ukur,
  • Angka taksiran diperoleh dari setengah skala terkecil.

Aturan Angka Penting

Dalam penulisan hasil pengukuran, aturan-aturan yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah aturan penulisan angka penting dalam fisika.

  1. Semua angka bukan nol adalah AP.
    Contoh: Angka 343245 memiliki enam AP.Angka nol di belakang angka bukan nol dan tidak diikuti dengan tanda desimal adalah bukan angka penting, kecuali diberi tanda khusus misal garis bawah.
    Contoh:
    a. Angka 120 memiliki dua AP yaitu 1 dan 2.
    b. Angka 40700 memiliki tiga AP yaitu 4, 0 dan 7.
  2. 3500000 ( 4 angka penting ).
  3. Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol adalah angka penting.

Contoh:
Angka 40700 memiliki tiga AP yaitu 4, 0 dan 7.

4.  Angka nol di depan angka bukan nol adalah bukan AP.

Contoh:
Angka 0,0065 memiliki dua AP yaitu 6 dan 5.

5. Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan di belakang tanda desimal adalah angka penting.

Contoh:

  1. Angka 5,600 memiliki empat AP yaitu 5, 6, 0 dan 0.
  2. Angka 23,50000 ( 7 angka penting ).

Analisis hasil pengukuran selalu melibatkan perhitungan matematika atau operasi hitung. Ada beberapa hal yang diperhatikan saat melakukan operasi hitung, pada bagian ini akan dibahas beberapa aturan dalam perhitungan angka penting.

Operasi Hitung dengan menggunakan Aturan Angka Penting

 Pembulatan

Aturan dalam pembulatan angka penting adalah sebagai berikut.

  1. Angka lebih dari 5 dibulatkan ke atas dan angka kurang dari 5 dihilangkan.
    Contoh:
    a. 246,86 dibulatkan menjadi 246,9
    b. 416,64 dibulatkan menjadi 416,6
  2. Apabila tepat angka 5, dibulatkan ke atas jika angka sebelumnya angka ganjil, dan dihilangkan jika angka sebelumnya angka genap.
    Contoh:
    a. 246,65 dibulatkan menjadi 246,6
    b. 326,55 dibulatkan menjadi 326,5

 

Penjumlahan & Pengurangan

Operasi pengurangan & penjumlahan angka penting mengikuti aturan sebagai berikut: Penulisan hasil operasi penjumlahan & pengurangan hanya boleh memiliki satu angka ragu-ragu / taksiran / angka tak pasti.

Contohnya :

  1. 12 cm (2 adalah angka tak pasti) + 2,85 cm (5 angka tak pasti) = 14,85 ( 4 dan 5 adalah Angka tak pasti) kemudian, dibulatkan agar hanya ada 1 angka tak pasti, menjadi 15.
  2. 210,3 + 53,23 + 0,345 = 263,9

Cara lain mengerjakan:
210,3               –> 1 angka taksiran
53,23             –> 2 angka taksiran
       0,345  +      –> 3 angka taksiran
263,875 (harus memiliki 1 angka taksiran, sehingga harus dibulatkan menjadi 263,9)

 

Perkalian & Pembagian

Operasi perkalian dan pembagian mengikuti aturan sebagai berikut.

  1. Jumlah angka penting pada hasil akhir harus mengikuti jumlah AP yang paling sedikit.
  2. Untuk perkalian dan pembagian angka penting dengan angka eksak, hasil akhir mengikuti jumlah AP tersebut.

Contohnya :

  1. 125 cm (3 AP) dikalikan 10 (1 AP) = 1250, karena masih ada 3 AP, maka harus dijadikan 1 AP saja. Sehingga hasilnya menjadi 1000 (1 angka penting).

a).0,548 × 0,2 = 0,1
0,548               –> 3 angka penting
 0,2      ×           –> 1 angka penting
0,1196

Harus memiliki 1 angka penting, sehingga harus dibulatkan menjadi 0,1

b). √25 = 5,0
√25 mempunyai 2 angka penting, maka hasilnya harus ditulis 5,0 (2 angka penting).

Untuk pembagian dan pangkat juga sama caranya.

Rate this post

KI DAN KD AL-QUR’AN HADIS MTs KELAS 7 SESUAI KMA…

KOMPETENSI INTI (KI) DAN KOMPETENSI DASAR (KD) AL-QUR’AN HADIS JENJANG MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) SESUAI KMA 183 TAHUN 2019   1. Al-Qur’an Hadis MTs Kelas 7...
admin
5 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published.